🎎 Pengampunan Hukuman Oleh Kepala Negara

DewanPerwakilan Rakyat (DPR) bersama pemerintah yang diwakili oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri PPN/Kepala Bappenas Dr. Sofyan A. Djalil dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly, akhirnya mengesahkan Draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengampunan Pajak (tax amnesty) menjadi Undang-Undang (UU) dan Sebagaikepala negara, Presiden adalah simbol resmi negara Indonesia di dunia. Sebagai kepala pemerintahan, Presiden dibantu oleh wakil presiden dan menteri-menteri dalam kabinet, memegang kekuasaan eksekutif untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintah sehari-hari. Presiden (dan Wakil Presiden) menjabat selama 5 tahun, dan sesudahnya dapat Kekuasaanyudikatif atau disebut kekuasaan kehakiman yaitu kekuasaan untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. Kekuasaan ini dipegang oleh Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 24 ayat (2) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa “Kekuasaan WewenangPresiden Indonesia. Berikut merupakan hak dan kewenangan yang dimiliki oleh presiden Republik Indonesia menurut UUD 1945. 1. Mengajukan Rancangan Undang-Undang. Presiden memiliki kewenangan untuk mengajukan rancangan undang-undang (RUU) kepada badan legislatif, yakni Dewan Perwakilan Rakyat. Jika disetujui, maka RUU tersebut BENGKULU– Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham ) melalui Direktorat Pidana melakukan Bimbingan Teknis Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 49 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pengajuan Permohonan Grasi. Grasi adalah pengampunan berupa perubahan, peringanan, pengurangan, atau Trumpjuga dikatakan memberikan pengampunan kepada beberapa orang yang disabitkan dengan kesalahan dadah. Tiga bekas ahli Kongres AS daripada parti Republikan turut diberikan pengampunan iaitu Duncan Hunter, Chris Collins dan Steve Stockman. Antara kesalahan mereka termasuklah terlibat dalam perdagangan dalaman, menyalahgunakan ratusan ribu Grasiadalah pengampunan yang diberikan oleh kepala negara kepada orang yang dijatuhi hukuman. Sedangkan memberikan putusan atas pendapat DPR bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden diduga telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela, Amnestidiatur dalam Pasal 14 Ayat (1) UUD 1945. Undang-Undang Darurat Nomor 11 Tahun 1954 menyatakan bahwa pemberian amnesti dapat menghapuskan semua akibat hukum pidana terhadap penerima amnesti pengelolaanbarang milik/kekayaan negara menjadi tanggungjawab Kementerian Pertahanan; c. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Pertahanan, dan; d. pelaksanaan kegiatan teknis dari pusat sampai ke daerah. Kementerian Pertahanan terdiri dari : Sekretariat Jenderal. Staf Ahli Menteri. Grasiadalah pengampunan yang diberikan oleh kepala negara kepada orang yang dijatuhi hukuman. Sedangkan rehabilitasi adalah pemulihan nama baik atau kehormatan seseorang yang telah dituduh secara tidak sah atau dilanggar kehormatannya. f. memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan DPR. Amnestiyaitu pengampunan (penghapusan) hukuman yang diberikan oleh kepala negara kepada seseorang atau sekelompok orang karena melakukan tindak pidana tertentu. Ketika amnesti tersebut diberikan pada banyak orang dikenal sebagai amnesti umum. Undang-Undang Darurat Nomor 11 Tahun 1945 menyebut bagi orang atau sekelompok orang yang JAKARTA Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan sering mendapat permintaan dari banyak negara untuk memberikan pengampunan serta permohonan pembebasan dari hukuman mati atas warga mereka yang terbelit kasus di Indonesia, tetapi dia tetap mengedepankan. BREAKING NEWS. 5Nva. TAPAH Penyelia kilang yang tular memukul kepala seorang pemandu wanita berhampiran Lata Iskandar Isnin lalu, dijatuhi hukuman penjara tujuh hari oleh Mahkamah Majistret di sini atas pertuduhan melakukan ugutan dan mencederakan mangsa. Tertuduh, Mohammad Zaim Faiz Tarmizi, 29, dijatuhi hukuman tersebut selepas me­ngaku bersalah sejurus selepas kedua-dua pertuduhan dibacakan di hadapan Majistret Siti Hanum Mohmad Shah. Bapa kepada seorang anak itu didakwa menakutkan secara jenayah terhadap Amiera Atiqah Shahrizan, 25, dengan kata ugutan pecah muka kau sat lagi’. Ia dilakukan tertuduh di Lata Iskandar, Kilometer 22 Jalan Tapah-Cameron Highlands dalam daerah Batang Padang pada pukul petang, 5 Jun lalu. Bagi kesalahan itu, dia dituduh mengikut Seksyen 506 Kanun Keseksaan yang membawa hukuman penjara maksimum tujuh tahun atau denda atau kedua-duanya sekali. Tertuduh juga didakwa bagi pertuduhan di bawah Seksyen 323 Kanun Keseksaan iaitu de­ngan sengaja menyebabkan kecederaan kepada wanita tersebut di lokasi, masa dan tarikh yang sama. Ia memperuntukkan hukuman penjara setahun atau denda sehingga RM2,000 atau kedua-duanya sekali, jika sabit kesalahan. Pendakwaan dikendalikan Timbalan Pendakwa Raya, Geetha Jora Singh manakala tertuduh tidak diwakili peguam. Tertuduh ketika ditanya oleh Siti Hanum selain rayuan yang dikemukakannya membe­ritahu, kejadian berlaku ketika pengadu cuba memotong ken­deraannya namun ada kenderaan lain di laluan bertentangan. “Saya nak luahkan, dalam kejadian itu, pengadu yang membuat laporan cuba memotong tapi laluan bertentangan ada kereta. “Tindakan itu boleh mengancam keluarga saya dan nyawa, sebab itu saya marah sangat kerana dalam kereta ada anak dan isteri saya hamil lapan bulan,” katanya. – UTUSAN

pengampunan hukuman oleh kepala negara